Jumat, 04 November 2016

KODE KEHORMATAN PRAMUKA




Kode Kehormatan Pramuka merupakan serangkaian ketentuan dasar (janji, nilai, dan norma) yang harus dilaksanakan oleh seorang pramuka dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi ukuran atau standar tingkah laku pramuka. Sehingga bisa dikatakan bahwa kode kehormatan merupakan kode etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun di dalam masyarakat. Kode kehormatan pramuka ini telah diatur dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka pasal 6. Pun tercantum dalam Anggaran Dasar (AD) Gerakan Pramuka pasal 12 dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Gerakan Pramuka pasal 14.
Kode kehormatan pramuka terdiri atas terdiri atas janji yang disebut ‘Satya Pramuka’ dan ketentuan moral yang disebut ‘Darma Pramuka’. Satya Pramuka sebagaimana tersebut dalam ART Gerakan Pramuka dinyatakan sebagai:
1.      diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota atau calon pengurus Gerakan Pramuka pada saat pelantikan menjadi anggota atau pengurus;
2.      dipergunakan sebagai pengikat diri pribadi demi kehormatannya untuk diamalkan; dan
3.      dipakai sebagai dasar pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Sedangkan Darma Pramuka, sebagaimana tercantum dalam ART Gerakan Pramuka, merupakan:
1.      nilai dasar untuk membina dan mengembangkan akhlak mulia;
2.      sistem nilai yang harus dihayati, dimiliki, dan diamalkan dalam kehidupan anggota Gerakan Pramuka di masyarakat;
3.      landasan gerak bagi Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan  kepramukaan yang diwujudkan dalam kegiatan untuk mendorong peserta didik manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, serta memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; dan
4.      kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka.




Macam dan Bunyi Kode Kehormatan Pramuka

Dalam Gerakan Pramuka, kode kehormatan ditetapkan dan diterapkan sesuai dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota Gerakan Pramuka yang meliputi:
  • Kode kehormatan bagi pramuka siaga yang meliputi Dwisatya (janji dan komitmen diri) dan Dwidarma (ketentuan moral). Bunyi kode kehormatannya adalah:
Dwisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
·         menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.
·         setiap hari berbuat kebaikan.
Dwidarma
1.      Siaga berbakti pada ayah dan ibundanya.
2.      Siaga berani dan tidak putus asa.
  • Kode kehormatan bagi pramuka penggalang yang meliputi Trisatya (janji dan komitmen diri) dan Dasadarma (ketentuan moral).
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
·         menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila,
·         menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat,
·         menepati Dasadarma.
Dasadarma
1.      Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.      Patriot yang sopan dan kesatria.
4.      Patuh dan suka bermusyawarah.
5.      Rela menolong dan tabah.
6.      Rajin, terampil, dan gembira.
7.      Hemat, cermat, dan bersahaja.
8.      Disiplin, berani, dan setia.
9.      Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
  • Kode kehormatan bagi pramuka penegak, pramuka pandega, dan anggota dewasa yang meliputi Trisatya (janji dan komitmen diri) dan Dasadarma (ketentuan moral).
Kode kehormatan tersebut bukan sebuah hafalan yang cukup dihafalkan saja namun sebagaimana disebutkan di atas, seorang pramuka sudah seharusnya menepati Satya Pramuka dan mengamalkan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.Semoga bermanfaat.


Senin, 31 Oktober 2016

Materi Uji Tekpram



MATERI UJIAN TEKNIK KEPRAMUKAAN

Kegiatan pramuka biasanya diisi dengan beberapa materi tentang teknik kepramukaan. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat mengaplikasikan teknik kepramukaan dalam kehidupan seperti teknik simpul dan tali-temali, survival, tanda jejak, pertolongan pertama pada kecelakaan dan berbagai teknik kehidupan lainnya. Untuk mengetahui kemampuan peserta didik maka perlu diadakan uji tekpram. Berikut beberapa contoh materi uji tekpram:
PBB & BENTUK BARISAN
PBB
1.    Siap gerak
2.    Lencang depan gerak
3.    Hadap kanan gerak
4.    Hadap kiri gerak
5.    Balik kanan gerak
6.    Istirahat di tempat gerak
7.    Kepada Pembina upacara hormat gerak
8.    Kepada bendera merah putih hormat gerak
9.    2 langkah ke kanan jalan
10. Serong kanan gerak
BENTUK BARISAN
1.    Lingkaran kecil
2.    Lingkaran besar
3.    Bentuk 2 banjar
4.    Bentuk 3 shaf
5.    Bentuk angkare
SIMPUL DAN PIONEERING
SIMPUL
1.    Simpul Hidup
2.    Simpul Mati
3.    Simpul jangkar
4.    Simpul pangkal
PIONEERING
1.    Menyambung tongkat menggunakan ikatan canggah
SEMAPHORE
MENGIRIM PESAN
(Pembina mengirim pesan, peserta diminta menulis pesan)
1.    Go
2.    Sit down
3.    Run away
4.    Stand up
5.    Shut up
MENERIMA PESAN
(Peserta mengirim pesan, Pembina menghitung nilai benar)
1.    Diam
2.    Duduklah
3.    Ayo
4.    Siap gerak
5.    Pergilah
·        Nb. Peserta diberi kesempatan membaca soal dan persiapan mengirim pesan
MORSE
MENGIRIM PESAN
(Peserta mengirim pesan menggunakan peluit, Pembina menilai benar salah)
·        Go
·        Sit down
·        Run away
·        Stand up
·        Shut up
MENERIMA PESAN
(Peserta menulis kata dalam bentuk morse dalam selembar kertas
·        Diam
·        Duduklah
·        Ayo
·        Siap gerak
·        Pergilah
YEL-YEL
(Peserta diminta menyayikan sebuah yel-yel dalam 1 regu secara kompak)
HASTA KARYA
Peserta diminta membuat karya dari barang bekas yang ditemui di sekitarnya baik berupa kertas, botol, kain, daun dan lain sebagainya.
Kriteria penilaian berdasarkan nilai kreatifitas, keindahan dan nilai jual.

Dalam uji tekpram biasanya dilakukan menjelang lomba kepramukaan atau di dalam perkemahan. Uji tekpram dilakukan di dalam ruangan maupun di tempat terbuka tergantung materi dan kondisi yang dibutuhkan. Biasanya uji tekpram dilakukan oleh beberapa Pembina Gugus Depan.
Kriteria penilaian biasanya ditentukan oleh musyawarah Pembina gugus depan dengan memperhatikan tingkat kemampuan peserta didik. Di dalam kepramukaan ada beberapa tingkatan yang disesuaikan berdasarkan umur dan kemampuan peserta didik. Hal ini juga dimaksudkan agar peserta mudah memperoleh materi berdasarkan tingkatan yang dimilikinya.
Di kepramukaan biasanya juga diadakan kegiatan cerdas cermat sebagai ajang kompitisi antar regu. Berikut beberapa contoh soal kegiatan cerdas cermat:
1.    Siapakah nama bapak pandu dunia?
2.    Apa lambang pramuka dunia?
3.    Apa lambang pramuka Indonesia?
4.    Apa motto gerakan pramuka?
5.    Sebutkan kode kehormatan gerakan pramuka!
6.    Tanda penggalang menggunakan warna apa?
7.    Sebutkan tiga tingkatan SKU penggalang!
8.    Apa bunyi dasa darma kelima?
9.    Kapan pramuka Indonesia didirikan?
10. Apa kepanjangan dari pramuka?
11. Apa bunyi Pancasila sila kelima?
12. Apa bunyi Trisatya ketiga?
13. Sandi yang menggunakan peluit adalah…..
14. Sandi yang menggunakan isyarat bendera adalah …
15. Sebutkan 3 macam simpul!
16. Sebutkan 3 macam ikatan!
17. Sebutkan bagian-bagian kompas!
18. Tanda gudep diletakkan pada lengan sebelah …
19. Pemimpin pasukan disebut …
20. Pertemuan pramuka penggalang di tingkat nasional disebut …
Demikian beberapa contoh materi uji teknik kepramukaan. Tentunya materi dapat dikembangkan oleh masing-masing Pembina berdasarkan kebutuhan masing-masing gugus depan. Semoga bermanfaat.